Windows Gratis untuk Sekolah, Baik atau Buruk?
May 10th, 2008Assalaamu’alaikum wrwb
Wah beberapa hari terakhir ini jadi ramai membicarakan pernyataan Bill Gates tentang pemberian software Windows secara gratis untuk sekolah di Indonesia. Saya cari-cari keliling Internet, tapi tidak menemukan berita yang cukup detil, bahkan tayangan ulang di televisi pun dipotong-potong, jadi tidak terlalu jelas.
Tapi sedikit hal yang saya tangkap antara lain:
- Software yang diberikan adalah Microsoft Windows BARU, yang seharusnya bernilai sekitar US$200 per buah. Jadi saya tangkap artinya adalah bukan menggratiskan software Microsoft yang sudah terlanjur dibajak. Tolong koreksi kalau saya salah tangkap, sayangnya saya belum bisa mendapatkan fakta yang jelas tentang hal ini.
- Tidak jelas versi Windows yang mana, tapi Bill Gates menyatakan ingin memberikan teknologi mutakhir, yang juga menjadi sebab diperkirakan hal ini baru akan terrealisasi pada 2009. Bagaimana dengan Microsoft Office, tidak terdengar, jadi sepertinya tidak termasuk.
- Pemberian ini akan ditujukan kepada SLTP-SLTA yang BELUM memiliki lab komputer. Ada pernyataan bahwa minimal lab komputer sekolah harus memiliki 20-30 komputer, tapi saya tidak tahu ini pernyataan dari Bill Gates atau dari pihak pemerintah Indonesia, dan apa hubungannya dengan hibah ini. Dan bagaimana cara sekolah tersebut membangun lab komputer untuk mendapatkan hibah software Microsoft ini? Saya tidak tahu
Lalu, apakah hal ini baik atau buruk? Saya melihat di televisi yang diperlihatkan hanya dukungan, sementara di Internet, terutama forum terbuka banyak juga yang meragukan dan curiga dengan langkah ini. Ada yang berpendapat langkah ini hanyalah satu trik pemasaran saja, dan tidak terlalu membantu bangsa kita. Ada teman yang bahkan panik dan tidak tahu harus bagaimana dengan gerakan Indonesia Go Open Source dan gerakan Linux lainnya.
Menurut saya, yang namanya gratis yaa ada baiknya lah, yaitu kita tidak berdosa dan melanggar hukum
Hadiah kan sepatutnya tidak ditolak. Kalau dibilang Microsoft sangat ‘baik’, saya termasuk yang ragu dan menganggap ini kan hanya dunia bisnis. Bisa dilihat bahwa pasar sekolah memang cukup penting bagi vendor, karena dari sini akan lahir para decision maker pada waktunya nanti. Jadi sedari dini sudah harus mulai diedukasi, dan ‘digiring’ ke arah yang diinginkan oleh vendor tsb.
Saya melihat yang paling vital adalah edukasi IT itu sendiri. Kenapa kita perlu takut dengan trik-trik vendor, jika masyarakat kita sudah pintar memilih, pintah memanfaatkan teknologi. Dengan memahami berbagai pilihan yang ada dalam dunia IT, kita akan terhindar dari ‘keterpaksaan’ untuk menggunakan produk tertentu, dan kita bisa lebih bijak dalam mengeluarkan biaya untuk kebutuhan teknologi. Jangan sampai terjebak dan kemudian terpaksa membayar sangat mahal padahal sebenarnya kita bisa mencapai tujuan yang sama dengan biaya yang jauh lebih murah.
Lebih jauh secara teknis saya melihat kalau yang gratis hanya sistem operasinya saja, sebenarnya tidak terlalu hebat. Toh sebagian besar software yang berjalan di platform Windows masih harus kita beli, dan harganya tidak murah untuk kantong bangsa kita. Kalau memang gratis yaa tidak apa-apa digunakan, tapi sebaiknya gunakan juga alternatif produk lain secara berdampingan. Dengan begitu, generasi muda kita tidak akan menjadi seperti kuda dengan kacamatanya yang hanya bisa melihat ke satu arah, tapi luas wawasannya dan lebih paham mengenai teknologi karena pengalaman belajar dan bekerja dengan berbagai jenis produk.
Jadi, tidak perlu khawatir, diberi hadiah, alhamdulillah, terima kasih. Kita harus bersyukur, dengan cara memanfaatkannya, tapi kita juga harus berusaha lebih pintar agar tidak hanya menjadi target pasar yang terkekang seperti katak dalam tempurung.
Wassalaamu’alaikum wrwb

